Minggu, 19 Juni 2011

STRUKTUR SISTEM PERNAPASAN (RESPIRASI)


PENDAHULUAN
Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang.Hal ini disebut pernapasan dada.  Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.

Struktur Sistem Respirasi
Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen yang dibutuhkan tubuh untk metabolisme sel dan karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru.
Sistem respirasi terdiri dari :
1.    Saluran pernapasan bagian atas
Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan, disaring dan dilembabkan.

  1. Rongga hidung
Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal:
·         Dihangatkan
·         Disaring
·         Dilembabkan
Yang merupakan fungsi utama dari selaput lender respirasi (terdiri dari : psedostrofied ciliated columnar epithelium yang berfungsi menggerakkan partikel partikel halus ke arah faring sedangkan partikel yang besar akan disaring oleh bulu hidung,sel golbet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang masuk,pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara).Ketiga hal tersebut di bantu oleh concha.Kemudian udara akan diteruskan ke nasofaring.
  1.  Nasofaring(terdapat pharyngeal tonsil dan tuba eustachius)
  2. Orofaring(merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring,terdapat pangkal lidah)
  3. Laringofaring(terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan)
2.    Saluran Napas Bagian Bawah
Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli.

  1. Laring
Terdiri dari struktur yang penting :
·         Tulang rawan
·         Selaput/pita suara
·         Epiglotis
·          Glotis
  1. Trakhea
Merupakan pipa silinder dengan panjang kuang lebih 11 cm, berbentuk  ¾ cincin tulang rawan seperti huruf C.  Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibreolastic menempel pada dinding depan usofagus.
  1. Bronkhus
Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri.  Tempat percabangan ini disebut carina.  Bronkhus kanan lebih pendek, lebar dan lebih dekat dengan trachea.  Bronchus kanan bercabang menjadi :lobus superior, medius, inferior, bronchus kiri terdiri dari lobus superior dan inferior.
3.    Alveoli

Alveoli terdiri dari membran alveolar dan ruang interstisial.
Membran alveolar :
  • Small alveolar cell dengan aktensi ektoplasmik ke arah  rongga alveoli
  • Large alveolar cell mengandung inclusion bodies yang menghasilkan surfactant.
  • Anastomosting capillary, merupakan system vena dan arteri yang saling berhubungan langsung, ini terdiri dari sel endotel, aliran darah dalam rongga endotel.
  • Interstitial space merupakan ruangan yang dibentuk oleh endotel kapiler, epitel alveoli, saluran limfe, jaringan kolagen dan sedikit serum.
Aliran pertukaran gas
Proses pertukaran gas berlangsung sebegai berikut : alveoli epitel alveoli        membran dasar       endotel kapiler         plasma        eitrosit
Membran          sioplasma eritrosit         molekul hemoglobin
Surfactant mengatur hubungan antara cairan dan gas.  Dalam keadaan normal surfactant ini akan menurunkan tekanan permukaan pada waktu ekspirasi, sehingga kolaps alveoli dapat dihindari.

4.    Sirkulasi Paru
Pembuluh darah arteri menuju paru, sedangkan pembuluh darah vena meninggalkan paru.
Mengatur aliran darah vena-vena dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis dan mengalirkan darah yang bersifat arterial melalui vena pulmonalis kembali ke ventrikel kiri.
  1. Pulmonary blood flow total = 5 liter /menit
Ventilasi alveolar = 4 liter /menit
Sehingga ratio ventilasi dengan aliran darah dalam keadaan normal = 4/5 = 0,8
  1. Tekanan arteri pulmonal = 25/10 mmHg dengan rata-rata 15 mmHg.
Tekanan vena pulmonalis = 5 mmHg, mean capilary pressure = 7 mmHg
Sehingga pada keadaan normal terdapat perbedaan 10 mmHg untuk mengalirkan darah dari arteri pulmonalis ke vena pulmonalis.
  1. Adanya mean capilary pressure mengakibatkan garam dan air mengalir dari rongga kapiler ke rongga interstitial, sedangkan osmotic colloid pressure akan menerik garam dan air dari rongga interestitial ke arah rongga kapiler.  Kondisi ini dalam keadaan normal selalu seimbang.  Peningkatan tekanan kapiler atau penurunan koloid akan menyebabkan peningkatan akumulasi air dan garam dalam rongga interstetitial.
5.    Paru
Merupakan jalinan atau susunan brunchus bronkhialis, bronkhiolus terminalis, bronkhiolus respiratory, alveoli, sirkulasi paru, syaraf, sistem limfatik.

,

6.    Rongga Pleura
Terbentuk dari dua selaput serosa yang melapisi dinding dalam rongga dada yang disebut pleura parietalis, dan yang melapisi paru atau pleura vaselaris.

7.    Rongga dan dinding dada
Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas dalam proses respirasi.

DAFTAR PUSTAKA
Darmanto Djojodibroto, Respirology, Buku kedokteran EGC, Jakarta 2009.
Irman Somantri, Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan system pernapasan, Salemba medica, Jakarta, 2007
Syaifuddin, Anatomi fisiologi untuk mahasiswa keperawatan, penerbit buku kedokteran EGC, Jakarta, 2006

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar